Cara Mengobati Penyakit Miom Secara Tradisional dengan Bahan Alami

Cara Mengobati Penyakit Miom Secara Tradisional dengan Bahan Alami inilah yang akan kita bahas kali ini, kenapa alami karena dengan menggunakan bahan alami menjauhkan kita dari efek samping, yuk kita sedikit tentang organ intim dan miom ini terlebih dahulu. Yah organ wanita memang memiliki bagian dan juga tugas yang kompleks, Oleh karena itu mengapa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatannya. Jika kita tidak rajin menjaganya banyak penyakit yang akan menyerang sepetri Miom, kista ataupun kanker serviks. Hmmmm cukup mengerikan bukan? Selain merugikan diri anda juga merugikan pasangan anda.     Pada pembahasan kali ini saya akan mengkhususkan soal penyakit miom terlebih dahulu. Banyak orang mengatakan miom dan kista sama, padahal tidak. Kista yang tumbuh pada organ intim wanita ini berisikan cairan sedangkan miom merupakan daging yang tumbuh disekitar organ intim wanita. Miom sendiri muncul dikarenakan faktor hormon dan juga gaya hidup yang kurang sehat. Anehnya walaup...

kanker Kulit Lebih Mudah Menyerang Pria


Artikel Kesehatan - Tingkat antioksidan kulit yang lebih rendah menjadikan pria lebih rentan terserang kanker kulit dibanding wanita. Hal ini disampaikan peneliti kesehatan dari The Ohio State University Comprehensive Cancer Center di laman timesofindia.com, Kamis (8/12).

Para peneliti kesehatan menemukan tikus jantan memiliki kulit yang tingkat antioksidannya lebih lebih rendah di banding tikus betina. Antioksidan merupakan protein yang biasa disebut juga katalase, yang bisa menghambat kanker kulit dengan cara pembersihan hidrogen peroksida.

Kanker kulit umumnya disebabkan karena sengatan matahari yang bisa membuat kulit rusak. "Temuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki perlindungan antioksidan lebih alami di banding kulit pria," kata pemimpin riset, Gregory Lesinski dan Tatiana Oberyszyn. Tim peneliti melakukan riset dengan menggunakan tikus berbulu yang berkembang karsinoma sel skuamosa kulit.

Paling umum manusia alami kanker kulit di saat terkena paparan sinar matahari. "Sebagai hasilnya, pria mungkin lebih rentan terhadap tekanan zat oksidatif di kulit, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada pria dibandingkan dengan wanita," kata Lesinski.

Para peneliti juga menemukan obat tersebut dengan katalase topikal yang bisa menghambat migrasi sel dalam menekan kulit yang terpapar UVB. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya sel-sel pada laki-laki mungkin disebabkan relatif lebih rendah aktivitas katalase kulitnya. Bahkan, tikus jantan dengan UVB yang diinduksi tumor kulit, memiliki lebih 55 persen dari sel-sel penekan di kulit dibanding dengan rekan perempuan mereka.

"Pria menghadapi risiko yang lebih tinggi dari berbagai jenis kanker, dan tingkat yang relatif lebih tinggi dari sel-sel myeloid inflamasi mungkin berkontribusi terhadap kerentanan ini," tambah Oberyszyn yang mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of Investigative Der.
sumber : -kesehatan.liputan6.com-

Komentar